PERUBAHAN IKLIM DI AFRIKA

Oleh: Ani Setiya Rahayu (Media MPS)

Perubahan Iklim Dunia

            Dalam era modern saat ini masalah lingkungan yang menjadi sorotan masyarakat dunia adalah tentang isu perubahan iklim akibat pemanasan global (Global Warming), hal ini tentu saja tidak dapat diabaikan terutama bagi negara- negara berkembang yang banyak merasakan dampak atas terjadinya perubahan iklim dunia ini.

            IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change) pada tahun 2007 menyimpulkan bahwa lebih dari 90% penyebab pemanasan global saat ini adalah hasil dari aktivitas manusia, khususnya berkaitan dengan industrialisasi dan praktek penggunaan lahan.

            Suhu dunia rata- rata naik 1.8˚C hingga 4˚C sejak industrialisasi mulai marak di seluruh penjuru dunia yang menghasilkan gas buangan yang berbahaya bagi lapisan atmosfir di bumi seperti karbondioksida (CO²), Methana dan gas rumah kaca lainnya (Collier dkk, 2008). Sebagai contoh nyata Samudra Artik selama 100 tahun belakangan ini suhu rata- ratanya mengalami peningkatan dan lapisan es dipermukaan lautnya mengalami retakan dan mencair.

Konsekuensi dari perubahan ini mulai terlihat sebagai dampak kondisi iklim dan ekosistem yang mulai berubah. Pemanasan global dan perubahan iklim yang saat ini terus terjadi tidak dapat terelakan dan berdampak pada terus meningkatnya suhu mulai dari 2˚C hingga lebih dari 6.4˚C dalam kurun waktu 100 tahun lagi. (IPCC, 2007a).

         Akibat peningkatan rata- rata suhu bumi secara global, hingga 30% dari semua spesies tanaman dan hewan mungkin akan beresiko mengalami kepunahan, karang kemungkinan besar akan memutih, produktifitas tanaman di daerah garis lintang bawah akan menurun dan jutaan orang akan mengalami banjir rob atau banjir dipesisir pantai akibat naiknya permukaan air laut. Isu terkait perubahan iklim ini menjadi perhatian yang sangat serius dalam protokol kyoto, dibahas oleh negara- negara maju dan berkembang diseluruh dunia.

Perubahan iklim sendiri diartikan sebagai penyimpangan dari sebuah kondisi cuaca didaerah tertentu selama jangka waktu tertentu akibat fakor variabilitas alami dan proses antropogenik. (IDRC/CCAA, 2009)

Perubahan Iklim di Benua Afrika

            Afrika yang memiliki luas wilayah sebesar 30.224.050 km² dan merupakan benua terbesar kedua di dunia ini memiliki anugerah berupa keanekaragaman hayati yang luar biasa. Perubahan iklim tentunya sangat berpengaruh pada kehidupan dan ekosistem makhluk hidup didalamnya, namun meningkatnya suhu dibenua ini sudah dirasakan sejak lama walaupun tak seragam antara satu wilayah dengan wilayah lainnya. Salah satu cotohnya adalah adanya peningkatan suhu dengan rata- rata 0.29˚C di hutan tropis (Malhi&Wright, 2004) dan 0.1˚C hingga 0.3˚C  di Afrika Selatan (Kruger & Shongewe, 2004).

           Perubahan iklim telah diamati terutama di Afrika bagian barat, hasilnya menunjukkan telah terjadi perubahan iklim dalam bentuk penurunan curah hujan tahunan rata-rata sejak akhir 1960-an. misalnya antara tahun 1931,1960,1986 dan 1990 terjadi penurunan 30% sampai 40%.  Dalam hal yang sama, terjadi penurunan curah hujan tahunan rata-rata di zona hutan hujan tropis dari 4% di Afrika Barat, 3% di North Kongo dan 2% di Kongo Selatan untuk periode 1960-1999. sebaliknya, ada daerah seperti Afrika Selatan di mana tidak ada tren jangka panjang dalam perubahan iklim, khususnya terkait curah hujan.

Dampak Perubahan Iklim di Afrika

            Dampak dari perubahan iklim bukan hanya dirasakan dalam bidang lingkungan hidup, namun juga berpengaruh dalam bidang ekonomi, sosial hingga kesehatan. Hal terpenting dari perubahan iklim yang terjadi di dunia saat ini terlihat dari ke khasan karakteristik benua afrika yang dampaknya telah ditandai dengan kekeringan dan banjir, ini menunjukan bahwa afrika mungkin akan merasakan pengaruh yang lebih parah dibandingkan dengan daerah terdampak lainnya. Efek yang langsung dirasakan bukan hanya di benua afrika, namun merata diseluruh benua.

Lalu bagaimanakah perubahan iklim ini dapat mempengaruhi perekonomian di afrika? Sejauh ini dalam bidang pertanian yang merasakan dampaknya secara langsung dan berkaitan juga dengan semakin tingginya tingkat kelaparan kronis yang terjadi dibeberapa negara seperti Somalia. Hal ini karena diperkirakan terjadi peningkatan dari jumlah proporsi lahan kering dan semi kering sebesar 5-8% akibat habisnya sumber daya air. Dampak perubahan iklim ini sangat luas terhadap hasil pertanian yang dirasakan oleh banyak negara di afrika.

            Suhu tinggi berkepanjangan dan periode kekeringan yang semakin panjang memaksa daerah- daerah yang awalanya merupakan daerah pertanian menjadi daerah yang marjinal dari produksi pertanian. Dan daerah yang cocok untuk pertanian pada musim tanam yang potensial menghasilkan berkurang drastis jumlahnya akibat kekeringan. Perubahan iklim akan menimbulkan kondisi lingkungan yang keras dan ekstrem terutama bagi petani kecil dipedesaan yang banyak mengantungkan nasib pada alam.

Dampak perubahan iklim terhadap kesehatan berawal dar perubahan temperatur yang tinggi hingga lebih dari 30˚C yang berakibat pada semakin tingginya tingkat kematian. Penyakit seperti malaria dan demam berdarah banyak menjangkit penduduk afrika akibat meningkatnya populasi dan tempat berkembangbiaknya nyamuk.

Di samping itu, kenaikan suhu global pada gilirannya akan menyebabkan kenaikan permukaan laut satu meter atau lebih pada akhir abad. seperti kenaikan kemungkinan akan mempengaruhi enam juta orang yang berada di Delta Nil. Keberadaan pulau, pantai, dan delta menjadi begitu terancam keberadaanya dimasa yang akan datang.

            Begitu banyak dampak yang dirasakan di afrika akibat masalah perubahan iklim ini. Untuk alasan ini negara- negara maju membahas bagaimana untuk mengurangi emisi karbon yang banyak mereka hasilkan dari kegiatan industri dan kehidupan sehari- hari masyarakatnya, sementara di afrika yang dihadapi secara langsung adalah bagaimana dapat beradaptasi dan bertahan dalam perubahan yang semakin memperburuk kondisi iklim dan nasibnya akibat pemanasan global. Negara- negara berkembang umumnya akan mengalami dampak dari perubahan iklim akibat rendahnya kemampuan sensitivitas adaptasi sebelum tahun 2050.

Wallahu’alam Bishowab semoga alam masih berbaik hati memberikan tempat tinggal yang nyaman untuk makhluk hidup tinggal terutama untuk saudara- saudara kita di afrika khususnya di Somalia. (Anis/MPS)

Referensi:

Yanda, Pius Z. Mubaya, Chopo P, “Managing a Changing Climate in Africa: Local Level Vulnerabilities & Adaptation Experiences”, Tanzania, Dar es Salaam: 2011

About komunitaspedulisomalia

Mahasiswa Peduli Somalia merupakan komunitas dari berbagai mahasiswa di Indonesia yang peduli terhadap masalah kemanusiaan masyarakat Somalia. Terbentuk secara resmi diakhir tahun 2011, MPS memiliki fokus kegiatan dalam bidang Pendidikan bagi masyarakat somalia. Serta melakukan kegiatan kampanye sekaligus penggalangan dana untuk pendidikan di Somalia. dari MEREKA untuk MEREKA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: