Batik Bantul Bantu Bangkitkan Masyarakat Pasca Bencana

    

     Gempa ditahun 2006 dan erupsi gunung merapi di tahun 2010 merupakan rentetan bencana yang dialami masyarakat yogya dan meninggalkan banyak kenangan yang menyedihkan bahkan memilukan. Pasca bencana tersebut praktis perekonomian belum stabil dan masih membutuhkan banyak perbaikan, namun tidak demikian dengan masyarakat di Desa Wijirejo Kecamatan Pandak Kabupaten Bantul yang merupakan daerah sentra kerajinan batik yang sudah terkenal sejak lama.

                Ditemui tim Mahasiswa Peduli Somalia(MPS) saat melakukan kunjungan didaerah Yogya, sebagian besar ibu-ibu di desa Wijirejo ini dengan berbekal keterampilan yang dimiliki kembali melanjutkan aktivitas membatik pasca bencana tersebut. “Hidup harus terus berjalan, bencana jangan terus diratapi…” ujar salah satu ibu yang saat itu sedang menyelesaikan tugasnya mengambar kain mori dengan malam (red. Sejenis lilin yang digunakan dalam proses batik).

            Para ibu di desa Wijirejo ini mulai membatik sejak belasan tahun bahkan puluhan tahun yang lalu. Adapun salah satu pengusaha batik yang hingga kini banyak membantu para pengrajin batik di desa Wijirejo adalah Ny. Dirjo Sugito yang telah menekuni usaha sentra kerajinan batik sejak tahun 1968. Menurut ibu Ina yang merupakan keturunan Ny.Dirjo Soegito bahwa usaha yang dibangun ini berbasis kerakyatan, jadi batik Dirjo Soegito yang sudah terkenal sebagai pemasok kebutuhan batik disejumlah kota dan perusahaan besar di Indonesia memberdayakan masyarakat sekitar untuk membatik, kurang lebih 50 pengrajin batik berhasil dihimpun sehingga membantu pemerintah dalam mengurangi jumlah pengangguran dan kemiskinan.

                Kembali mengenang bencana gempa 2006 lalu, “Bencana tidak hanya meninggalkan nelangsa tapi juga berkah, karena pasca gempa di 2006 lalu banyak relawan dan masyarakat dari kota- kota lain datang untuk membantu korban gempa datang ke workshop untuk membeli batik kami”, ujar ibu Ina sembari melanjutkan kegiatannya memeriksa sejumlah batik yang hendak dikirim.

        Kerjasama antara pemerintah dan pihak swasta serta keinginan masyarakat untuk dapat bangkit pasca bencana menjadi pelajaran penting bagi berbagai pihak dalam pengelolaan masyarakat didaerah rawan bencana seperti di daerah yogya, dengan memanfaatkan kebudayaan lokal sebagai bagian dari proses trauma healing dan recovery pasca bencana maupun konflik. (Anis/MPS)

About komunitaspedulisomalia

Mahasiswa Peduli Somalia merupakan komunitas dari berbagai mahasiswa di Indonesia yang peduli terhadap masalah kemanusiaan masyarakat Somalia. Terbentuk secara resmi diakhir tahun 2011, MPS memiliki fokus kegiatan dalam bidang Pendidikan bagi masyarakat somalia. Serta melakukan kegiatan kampanye sekaligus penggalangan dana untuk pendidikan di Somalia. dari MEREKA untuk MEREKA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: