HARI YANG LUAR BIASA

 

Mungkin ini yang disebut perjuangan, belum genap setengah tahun MPS berdiri namun sudah banyak hal yang kami (MPS) alami. Dan hari ini adalah salah satunya. Hari yang luar biasa karena kami mengalami banyak hal yang membuat kami sedih, bahagia, bangga, tersadar dan akhirnya berazzam untuk terus berjuang…dan semua itu terjadi  dalam satu hari.

Rabu 6 juni 2012 yah tepat hari ini, sebaiknya hari istmewa ini kami catat sebagai sejarah perjuangan MPS, karena kami di ajarkan untuk selalu menghargai waktu walaupun itu sebuah masa lalu. Pagi jam 10.00 tepatnya kami memulai dengan rapat lanjutan pembuatan proposal  seminar jurnalistik yang sedang kami agendakan untuk bulan depan agar sorenya bisa segera kami serahkan ke ACT, kebetulan pada hari ini Pak Iqbal salah satu dari pembimbing MPS mengajak kami bertemu di ACT.

Pada pagi hari kami memulai rapat namun beberapa dari kami memiliki agenda yang tidak bisa dilewatkan sebagai mahasisiwa. Yakni ujian kompre yang menjadi sarat dalam mengikuti sidang akhir, sedangkan saya harus bertemu dengan dosen di fakultas  jika menginginkan proposal skripsi saya segera diikutkan dalam seminar proposal siangnya.

Karena teman-teman sangat bijak mereka mengijinkan dua orang dari kami untuk menyelesaikan tugas kami dahulu dan mereka meneruskan rapat.  Saya terlebih dahulu yang meninggalkan rapat sedangkan dian masih mau rapat hingga siangnya saat ujian kompre akan dimulai.

Ternyata saya bersyukur diijinkan untuk mengikuti seminar proposal untuk menentukan apa skripsi saya bisa diteruskan atau tidak, siang ini juga. Karena masih ada waktu beberapa jam lagi hingga jam satu siang maka saya putuskan untuk kembali merapat dengan teman-teman MPS. Tidak berapa lama rapat terkait budget selesai. Namun salah satu dari personel kami minta ijin untuk berbicara secara khusus pada rapat kali ini, memang akhir-akhir ini beliau jarang mengikuti kegiatan MPS karena ada beberapa hal yang harus diselesaikan, dan kami semua mengijinkan. Kami pikir pada kesempatan kali ini ia ingin meminta maaf karena kontribusinya yang kurang maksimal, namun yang mengagetkan ia menyatakan ingin mengundurkan diri dari perjuangan MPS. Kami bingung harus berkata apa kali itu, kami betul-betul kaget dengan pernyataan yang ia buat. Yang bisa kami katakan akhirnya adalah agar ia berfikir kembali atas keputusanya tersebut.

Rapat ditutup dengan sedih, sampailah kami bertemu sore hari di kantor ACT.Dua teman saya telah sampai ditempat terlebih dahulu saat saya tiba di kantor ACT dan mereka menyatakan ada berita gembira sambil memberikan sepucuk surat. Saya teliti baik-baik suratnya dan saya  tak menyangka, ini sungguh mengesankan, surat berisi undangan rapat kordinasi bersama para pimpinan KISS(Komite Indonesia untuk Solidaritas  Somalia) di kantor pusat BSM tamrin. Kami sungguh terrsanjung mendapat surat tersebut. Hal ini karena kami adalah orang baru dalam organisasi kerelawanan yang peduli pada somalia walaupun kami satu-satunya yang berasal dari kalangan mahasiswa. Tapi sungguh kami menyadari, kami belum ada apa-apanya terkait kontribusi untuk somalia di bandingkan yang lain.  namun membekas sedih karena salah satu teman kami tidak bisa merasakan kebahagian perjuangan kami atas keputusanya siang tadi.

Saat personil MPS kami rasa sudah lengkap dan Pak Iqbal sudah siap, kami mulai pelatihan diruang meeting. Pak iqbal mengawali pelatihan dengan menceritakan perjuangan jurnalis amerika dalam memberitakan kebenaran, dan secara profesional tidak menerima iklan agar tetap konsisten pada kebenaran dan ternyata didukung oleh publik amerika.

Dalam pertemuan kali ini banyak sekali mutiara dan hikmah kehidupan yang dapat kami ambil. Beberapa menit sebelum magrib pak iqbal meminta tolong pada salah seorang Ob untuk membelikan mie ayam, dan ob tersebut juga dengan ramah menyediakan kami teh manis hangat.

Pembicaraan hangat terhenti karena azan magrib dan kebetulan beberapa dari kami puasa segeralah kami semua membabat mie ayam spesial dan teh manis hangat yang sangat memanjakan perut kami. Setelah itu kami Shalat magrib dan memulai kembali sering yang penuh hikmah ini.

Namun kali ini pak iqbal bertanya brapa kali kalian minum teh di kantor ini? kami jawab sudah beberapa kali”. Pak iqbal bertanya”menurut kalian ada yang beda dengan teh ini?” Kami menjawab lebih enak pak, anget”. “Kalian tahu, yang menyediakan tadi adalah orang yang selalu menjaga wudhunya, selalu berbicara baik, beliau orang MUI di kampugnya dan beliau sudah melaksanakan ibadah haji.” Kami semua tertohok, kaget dan terdiam beberapa dari kami bahkan matanya berkaca-kaca, tidak menyangka betapa mulianya orang yang menyugukan kami hidangan enak ini, kali ini dan seterusnya saya tak akan menyebutnya OB lagi, saya berjanji dalam hati. Saya tersadar betapa banyak orang hebat disekitar kita tapi kita sering tidak menyadarinya.

Dan sharing penuh hikmah kali ini diakhiri dengan tugas membuat tiga tulisan menarik, cukup banyak, tapi kami semua menerima tugas ini dengan senang hati dan membuat kami bersemangat untuk terus melangkah dan mencapai tujuan  menjadi sebaik-baik manusia yakni manusia yang bermanfaat. Amin ya Rabb (FM/MPS)


About komunitaspedulisomalia

Mahasiswa Peduli Somalia merupakan komunitas dari berbagai mahasiswa di Indonesia yang peduli terhadap masalah kemanusiaan masyarakat Somalia. Terbentuk secara resmi diakhir tahun 2011, MPS memiliki fokus kegiatan dalam bidang Pendidikan bagi masyarakat somalia. Serta melakukan kegiatan kampanye sekaligus penggalangan dana untuk pendidikan di Somalia. dari MEREKA untuk MEREKA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: