Kenapa Somalia?

KELAPARAN CAPAI TINGKAT BENCANA

Setelah bencana kekeringan dan kelaparan menerjang Ethiopia tahun 1984 yang menelan korban lebih dari satu juta jiwa, baru kali ini PBB kembali mendeklarasikan bahwa ada negara yang sedang dilanda oleh bencana kelaparan, yaitu Somalia, sesuai deklarasi PBB terkait hal ini pada 20 Juli 2011.

Jika merujuk pada klasifikasi Global Acute Malnutrition (GAM) atau klasifikasi Kekurangan Nutrisi Akut Global, maka jika di suatu wilayah anak-anak yang mengalami kekurangan gizi tingkat taraf akut berjumlah 15%, maka wilayah itu telah dianggap dilanda oleh GAM. Jika mencapai 20%, maka wilayah itu dianggap dalam keadaan kritis. Jika lebih dari 20%, itu dianggap kekurangan nutrisi akut tingkat tinggi yang jauh melebihi batas GAM. Sementara di Somalia, kekurangan nutrisi telah sangat jauh melewati batas GAM, yaitu mencapai di atas 50% seperti yang melanda wilayah Gedo Agro-Pastoral dan wialayah Bay.

Selain GAM, ada juga klasifikasi Integrated Food Security Phase Classification (IPC). Menurut IPC, klasifikasi taraf kelaparan ada lima tingkat: 1. None or Minimal  (Tidak ada sama sekali atau sedikit sekali jumlah yang menderita kelaparan). 2. Stressed (menegangkan). 3. Crisis (Krisis), 4. Emergency (Darurat), dan 5. Catastrophe/Famine (Malapetaka/ Bencana Kelaparan). Dan kelaparan Somlia telah mencapai tingkat kelima ini.

Sejak deklarasi PBB 20 Juli 2011, baru dua provinsi Somalia yang tergolong mengalami kelaparan hingga mencapai tingkat bencana. Saat itu, diyakini telah ada sekitar 10.000 rakyat Somalia yang mati kelaparan, sebagaimana laporan Mike Pflanz, seorang peneliti yang bermarkas di Kenya. Kemudian, pada 3 Agustus 2011 bertambah 3 wilayah lagi, termasuk ibukota Somalia, Mogadishu. Bencana kelaparan ini terus menyebar, sehingga Famine Early Warning Systems Network (FEWS-Net) memproyeksikan bahwa seluruh wilayah selatan Somalia akan tergolong ke dalam bencana kelaparan pada akhir September ini.

PENYEBAB BENCANA

Sebenarnya kekeringan juga melanda tiga negara tetangga Somalia, yaitu Djibouti, Ethiopia, dan Kenya. Namun kekeringan yang melanda Somalia berakibat bencana kelaparan adalah karena Somalia tidak memiliki negara dan tidak memiliki pemerintah efektif. Kekeringan di Ethiopia dan Kenya mudah diatasi karena mereka memiliki negara, sehingga bantuan mudah masuk dan mudah disalurkan kepada yang membutuhkan.

Sedangkan Somalia belum memiliki negara. Karena syarat negara ada tiga, yaitu adanya penduduk, wilayah, dan pemerintah. Somalia belum memenuhi syarat memiliki pemerintah ini, sehingga Somalia belum diakui sebagai sebuah negara di mata internasional.

Saat ini yang ada di Somalia hanya pemerintahan transisi. Pemerintahan transisi ini juga hanya menguasai bagian kecil dari wilayah ibu kota Mogadishu. Lebih dari itu, wilayah selatan dikuasai oleh pemberontak ekstrim radikal jaringan Al-Qaeda bernama Syabab Mujahidun. Sementara dua wilayah Somalia lainnya yaitu Somaliland dan Puntland keduanya telah memerdekakan diri secara sepihak dan telah memiliki presiden masing-masing hingga saat ini, namun tidak diakui oleh dunia internasional.

Syabab Mujahidun hingga kini masih berupaya menggulingkan pemerintahan transisi Somalia. Selain perang saudara ini, Syabab juga telah mengusir NGO asing yang ada di Somalia sejak tahun 2009. Dan sejak saat itu pula, tidak boleh ada NGO asing masuk ke Somalia, walau dengan alasan memberi bantuan kemanusiaan. Syabab berpendapat, NGO asing itu tak hanya memberi bantuan, tapi juga menyebarkan kristenisasi dan unsur politis melemahkan gerakan Syabab.

Hingga tahun 2011 NGO asing yang ingin memberi bantuan kemanusiaan masih belum mampu menyentuh Somalia. Namun, setelah ribuan rakyat Somalia mati kelaparan, barulah sejak Agustus atau bulan Ramadhan lalu Syabab mulai membuka pintu untuk pihak asing memberi bantuan makanan, minuman, dan obat-obatan untuk rakyat Somalia. Dari sinilah pihak Barat, Arab, hingga Asia mulai memberi bantuan untuk menolong rakyat Somalia.

Meregang Nyawa Saat Mengungsi

Menyelamatkan diri, rakyat Somalia banyak yang mengungsi ke negara tetangga. Tapi dilemanya, letak wilayah negara tetangga lumayan jauh. Misalnya, antara Mogadishu dengan kamp pengungsian Dadaab di wilayah Kenya jaraknya adalah 604 km. Dan pengungsi menempuh jarak jauh ini berjalan kaki atau naik gerobak keledai. Sehingga banyak yang meninggal di perjalanan menuju pengungsian, sebagaimana yang disampaikan oleh juru bicara UNHCR, Melissa Fleming. Ketika sampai di pengungsian, masih ada juga yang meninggal, karena negara tetangga juga sedang dilanda kekeringan dan kelaparan.

BUTUH BANTUAN SEGERA

Menurut data Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), sejak 10 Agustus lalu rakyat Somalia sedang membutuhkan dana segera sebesar 1,3 milyar USD, untuk segera menyelamatkan 12,4 juta jiwa dari kematian. PBB mengatakan bahwa setiap 4 orang dari 10.000 anak-anak mati kelaparan setiap harinya. Bencana kelaparan dan kekeringan ini juga telah merusak lahan pertanian, sehingga mengancam masa depan rakyat Somalia yang 80% pekerjanya adalah di bidang pertanian dan perternakan. Sehingga, walau telah ada beberapa pihak membantu, tetap rakyat Somalia masih butuh bantuan.

oleh: Muhammad Yasin Jumadi

6 responses to “Kenapa Somalia?”

  1. Rifqi Azzahid says :

    apa yang bisa temen-temen MPS jawab ketika ada yang bertanya ” bukankan somalia itu Perompak ????

    • komunitaspedulisomalia says :

      Mohon maaf baru sempat membalas, Sama seperti menjawab “Orang Islam itu Teroris?” kami dari MPS telah menemukan beberapa bukti bahwa terkait kegiatan perompakan yang terjadi di laut Somalia bukanlah 100% berasal dari warga Somalia itu sendiri, ada oknum yang hendak mengunakan nama Somalia untuk kepentingan dan keuntungannya sendiri.

      • Rifqi azzahid says :

        terima kasih atas jawabannya, kebetulan saya anggota MPS regional bogor. dan saya pernah seperti itu oleh seseorang ketika sedang membagikan brosur somalia. sekali lagi terimakasih jawabannya

      • komunitaspedulisomalia says :

        Alhamdulillah jika bisa membantu menjawab pertanyaan ini. Banyak tantangan dalam menyuarakan sesuatu terutama dalam hal kebaikan, tak selamanya kita berdiri diatas karpet merah dengan taburan bunga. sering kali harus juga harus melewati jalan penuh onak duri. Bismillah semoga apa yang kita coba lakukan selama ini dapat bermanfaat dan menjadi tabungan amal ibadah kita kelak.🙂 SEMANGAT MPS BOGOR!!

  2. dian ayu says :

    how to join with MPS ??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: